Rabu, 30 November 2016

5 Tutorial Dasar Belajar jQuery bagi Pemula


Sebelum kita mempelajari jquery lebih mendalam, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa sih jquery itu? jQuery merupakan sebuah library yang ada pada javascript, seperti bahasa pemrograman pada umumnya yang memiliki beberapa library, javascript juga memiliki library yang berisikan fungsi-fungsi sintaks yang siap digunakan untuk memudahkan dalam penulisan kode javascript.
Setelah mengetahui apa yang dimaksud dengan jquery, mari kita belajar untuk menggunakan jquery. kali ini saya akan membahas tentang 5 tutorial dasar untuk memudahkan belajar jquery bagi pemula yang mudah untuk dipahami. Langsung aja nih kita bahas satu-satu di bawah ini.

1.     Menginputkan File jQuery ke HTML
Pertama-tama kita akan membahas tentang penginputan file jquery ke HTML atau dengan kata lain menghubungkan file jquery yang ada di eksternal dengan HTML. Ada 2 cara dalam pengunputan file jquery ini, yang pertama dengan mengunduh dan mengakses jquery secara lokal (offline), dan yang kedua menggunakan content Delivery Network.
Kita akan membahas cara penginputan file jquery yang pertama yaitu dengan offline sehingga kita harus melakukan pengunduhan terlebih dahulu. Pengunduhan jquery dapat dilakukan pada situs resmi jquery yaitu jquery.com dan pada halaman tersebut terdapat button atau tombol "Download jQuery". Untuk sekarang jQuery yang ada pada situs resmi tersebut adalah versi 3.1.1.  Setelah mengunduh file jquery, maka file dletakan di dalam 1 folder dengan kode HTML. Adapun sintaks untuk menghubungkannya sebagai berikut.

 
Setelah tertulis dalam kode HTML maka jquery sudah terhubung dengan HTML. untuk cara yang kedua dalam penginputan file jquery, yaitu dengan menggunakan CDN (Content Delivery Network). CDN hampir sama dengan hardisk namun dapat diakses oleh siapapun salah satu CDN adalah Google CDN dengan kaca menghubungkannya sebagai berikut.


Keunggulan dari penginputan file jquery dengan menggunakan CDN ini adalah kita tidak perlu repot-repot mengunduh file jquery seperti yang dilakukan pada cara offline.

2.    Menjalankan Kode jQuery
Setelah kita menngetahui bahwa jquery itu sendiri adalah bagian dari javascript, maka pendeklarasian ataupun pengkodean pada jquery sama dengan javascript. pada javascript kita telah mengenal bahwa pendeklarasian kode javascript pada html diawali dengan <script> dan diakhiri dengan </script>. sama halnya dengan jquery akan sama pendeklarasikan seperti tersebut. kita akan lebih memahami dengan melihat kode html yang ada di bawah ini.



Dalam kode html yang ada di atas kita telah dapat menggunakan fungsi jquery namun harus disertakan dengan fungsi pada setiap kode yaitu event ready().
Pasti Anda bertanya-tanya pada sih event ready() tersebut? Dalam penyebutan event ready() ini sendiri ada juga yang menyebutnya document ready event. adapun saya lebih mudah menyebutnya dengan event ready(). Event ready() ini bertugas untuk melakukan simulasi efek dari event onload pada javascript tetapi lebih efisien. Adapun cara penulisan event ready() pada sebuah kode html sebagai berikut.


Tentu pada kode html di atas hampir sama dengan kode html yang saya tuliskan sebelumnya, perbedaanya terdapat pada pendeklarasian fungsi event yang terlihat di antara <script> dan </script>, yaitu $(document).ready(function(). Adapun fungsi $(document).ready(function() akan dijalankan setelah seluruh tag html dari <html> sampai dengan </html> selesai di load oleh web browser. Sebagai referensi untuk Anda, saya mencontohkan sebuah kode program yang difungsikan untuk memahami event ready() itu sendiri. Contoh tersebut sebagai berikut.


3.     Peraturan Dasar Penulisan Kode jQuery
Setiap penulisan kode atau sintaks  program ada peraturan yang mengatur cara penulisannya. Setiap penggunaan jquery, selalu didahului dengan tanda $ yang merupakan  sebuah jalan pintas dalam pengaksesan jquery object. contohnya dalam pemanggilan id="submit" maka kita dapat menulis dengan cara pintas $("#tombol"). Penggunaan $ dapat pula digantikan dengan jquery() misalnya jquery("#tombol") ini digunakan untuk menghindari bentrok dengan library lain.
Untuk dapat melakukan sesuatu hal terhadapat element html, kita hanya perlu menghubungkan html dan jquery object dengan jquery action. jQuery action memiliki nama lain yaitu jquery event. adapun konsep dasar atau sintaks dasar dari jquery action adalah $(selector).action(). Selector digunakan untuk mencari element html yang akan kita manipulasi, bisa berupa tag <p>, sebuah gambar <img> atau sesuatu yang lebih kompleks seperti tag pada tabel seperti <th>, <tr>, <td>. Sementara action merupakan sesuatu yang bisa dilakukan dengan element html, baik menyembunyikan, mengubah warna, menampilkan ataupun menambahkan sesuatu yang baru. Adapun contoh penulisan kode jquery yang dapat saya contohkan untuk menggambarkan jquery object, selector, dan action sebagai berikut.



4.     Mencari Elemen HTML dengan jQuery Selector
Di dalam jquery yang digunakan dalam javascript untuk mencari elemen di dalam html kita dapat menggunakan method atau procedure getElementById() yang berfungsi untuk mencari elemen html berdasarkan atribut id yang ada pada setiap field penginputan baik teks ataupun button. Untuk lebih memahami lagi mari kita lihat contoh.
Jika pada kode html dengan kode berikut <button id="tombol">Klik Disini"</button> untuk pengaksesan element pada jquery dapat dilakukan dengan var x = document.getElementById("tombol");
jQuery memudahkan proses dalam pencarian element html dengan menggunakan jquery selector. Adapun pengertian selector sudah kita bahas pada point 3. Selain atribut id, kita juga dapat menggunakan class atau kombinasi antara keduanya.
Adapun contoh penggunaan dari jquery selector agar lebih mudah untuk dipahami sebagai berikut.



Pada contoh di atas kita dapat mengubah menjadi bentuk jquery selector, yaitu.
- $("tombol")
- $("p")
- $("#belajar")
- $(".warna")
- $("#test.saja")
- $("div p.warna")

5.    Mengenal lebih tentang jQuery Event dan Penggunaannya
Inti dari jquery adalah selector dan event, dengan menggabungkan kedua fungsi jquery ini maka interaksi pada laman web akan lebih menarik. Event merupakan suatu hal yang dapat dilkukan user ke dalam elemen yang ada pada html misalnya saja click, double click, atau mouseover, maupum mouseout. Kita misalkan saja ingin membuat pesan alert() ketika paragraf di kli dengan javascript yang dapat kita pahami pada kode berikut.


pada pesan alert() akan tampil jika paragraf di klik dan akan menampilkan pesan "Saya sudah Anda klik". Selain fungsi onclick kita juga dapat menggunakan fungsi lain misalnya ondblclick, onmouseover, dan masih banyak lagi.
Selanjutnya kita akan membahas tentang jquery event dengan penulisan yang lebih praktis. Berikut saya akan memberikan contoh penulisan jquery event di bawah ini.



Selain event click ada juga event lain yang dapat berjalan di antaranya mouseenter, mouseover, mouseleave. Sebagai pemahaman lebih mari kita lihat contoh dibawah agar mengerti tentang fungsi event pada jquery.


Bagaimana dengan tutorial yang saya berikan? Apakah Anda sudah memiliki bayangan dari pemahaman jquery dasar bagi pemula? Semoga bisa menambah pemahaman Anda.
Mungkin ini yang dapat saya sharing kepada Anda, semoga bermanfaat bagi kita semua. Tunggu tutorial selanjutnya.

Selasa, 03 November 2015

File System pada Windows

FILE SYSTEM PADA WINDOWS

File System atau sistem berkas merupakan metode penyimpanan file pada komputer atau media penyimpanan komputer dalam mengatur lokasi file tersebut. Ada jua yang menyebut bahwa File System adalah struktur logika yang digunakan untuk mengendalikan akses terhadap daya yang ada pada disk. File System memiliki dua bagian, yaitu :
  1. Kumpulan file yang masing-masingnya menyimpan data-data yang berhubungan.
  2. Struktur direktori yang mengorganisasi dan menyediakan informasi mengenai seluruh file dalam sistem.
    Salah satu fungsi File System adalah memberi nama pada berkas dan meletakkannya pada media penyimpanan. Fungsi lainnya sebagai koncvrsi penamaan berkas dan peletakan berkas pada struktur direktori. File System merupakan interface yang menghubungkan  sistem operasi dengan disk.

  1. File System pada Windows
  1. FAT (File Allocation Table)
    FAT File system merupakan sebuah File System yang menggunakan struktur tabel alokasi berkas sebagai car dirinya beroperasi. Ada beberapa versi FAT yang ada hingga saat ini, di antaranya :
  1. FAT12
    FAT12 merupakan sistem berkas yang menggunakan unit alokasi yang memilki batas 12-bit. File system ini hanya dapat menampung maksimum hanya 212 unit alokasi saja atau sebanyak 4096 buah. FAT12 pertama kali digunakan pada Sistem Operasi Ms-Dos. FAT12 hanya digunakan sebagai file system pada media penyimapanan floppy disk karena kapasitasnya sedikit, yaitu 32 MB.
  2. FAT16
    FAT16 merupakan sistem berkas yang menggunakan unit alokasi yang memiliki batas hingga 16-bit. File System ini dapat menampung maksimum 216  unit alokasi atau sebanyak 65536. Kapasitas File system ini sebanyak 4 GB, jauh melebihi versi sebelumnya yang hanya 32 MB.
  3. FAT32
    FAT32 merupakan sistem berkas yang menggunakan unit alokasi yang memiliki batas hingga 32-bit. File System ini dapat menampung maksimum 232 unit alokasi atau sebanyak 4294967296. Meskipun demikian, dalam implementasinya, jumlah unit alokasi yangdapat dialamati oleh FAT32 hanya 228 atau 268435456.
  4. exFAT
    exFAT singkatan dari Extended File Allocation Table atau sering disebut sebagai FAT64. exFAT merupakan sistem berkas proprietary yang cocok untuk digunakan oleh media-media penyimpanan berbasis memori flash.
    Beberapa keunggulan exFAT antara lain:
  1. Skalabilitas untuk HDD berukuran besar.
  2. Ukuran besar teoritis maksimal 264 (16 EiB).
  3. Ukuran cluster yang didukung hingga 2255 sektor, dengan batasan implementasi hingga 32 MB.
  4. Performa untuk alokasi ruangan kosong dan penghapusan ditingkatkan karena File System ini memperkenalkan implementasi baru, yaitu Free Space Bitmap.
  5. Mendukung lebih dari 216 (65536) berkas di dalam sebuah direktori tunggal.
  6. Mendukung fitur Access Control List (ACL), seperti halnya NTFS.
  7. Mendukung Transaction-Safe FAT File System (sebuah fungsi optional untuk Windows CE yang diaktifkan)
  8. Memiliki ruangan tersendiri yang bisa digunakan oleh OEM untuk melakukan kustomisasi terhadap sistem berkas untuk karakteristik perangkat tertentu.
  9. Timestamp dapat ditampilkan dalam UTC, tidak hanya dalam local time saja.
          Beberapa kelemahan yang dimiliki exFAT antara lain:
  1. Perangkat yang menggunakan file system exFAT tidak bisa menggunakan kemampuan ReadyBoost milik Windows Vista.
  2. Status lisensi yang belum jelas.
  3. Tidak bisa diakses oleh sistem-sistem operasi Windows terdahulu, sebelum Windows Vista SP1 atau Windows CE 6.0.
  4. Belum tersedia implementasi dalam proyek open source.

2. NTFS (New Technology File System)
  1. NTFS Versi 1.0
    NTFS ini datang bersama dengan Windows NT 3.1. Versi ini menawarkan fungsi yang sangat dasar, tetapi sudah jauh lebih baik dibandingkan FAT File System.
  2. NTFS Versi 1.1
    NTFS ini datang bersama dengan Windows NT 3.50. Versi ini menambahkan dukungan terhadap pengaturan akses secara diskrit (discretionary access control).
  3. NTFS Versi 1.2
    NTFS ini datang bersama dengan Windows NT 4.0. Versi ini menambahkan dukungan terhadap auditing setiap berkas dan juga kompresi transparan.
  4. NTFS Versi 2.0
    NTFS ini tidak dirilis secara umum, karena berbagai kendala yang dialaminya, yang tidak diumumkan oleh Microsoft. Microsoft menggagalkan proyek NTFS 2.0 dan langsung menginjak NTFS 3.0
  5. NTFS Versi 3.0
    NTFS ini datang bersama dengan Windows 2000. Versi ini menawarkan banyak peningkatan dibandingkan dengan versi sebelumnya. Di antaranya adalah penetapan kuota kepada setiap pengguna, Encrypting File System (EFS), sistem keamanan yang dapat diatur dari server pusat, fitur indeksasi terhadap properti dan isi setiap berkas, dan lain-lain. Selain itu, NTFS 3.0 juga menawarkan dukungan kepada struktur GUID Partition Table dan Logical Disk Management.
  6. NTFS Versi 3.1
    NTFS ini datang bersama dengan Windows XP SP1 dan Windows Server 2003. Versi ini menawarkan perbaikan yang minor yang terjadi dalam versi sebelumnya (khususnya di bidang performa), dan juga penggantian algoritma enkripsi yang digunakan oleh EFS dari DESX atau 3DES menjadi AES-256.
         Keunggulan yang ditawarkan NTFS antara lain:
  1. NTFS dapat mengatur kuota volume untuk setiap pengguna
  2. Mendukung sistem berkas terenkripsi secara transparan dengan menggunakan beberapa jenis algoritma enkripsi yang umum digunakan.
  3. Mendukung kompresi data yang transparan, meskipun tidak memiliki rasio yang besar, namun dapat digunakan untuk menghemat penggunaan ruangan hardisk.
  4. Mendukung hard link serta symbolic link seperti halnya sistem berkas dalam sistem operasi keluarga UNIX, meskipun dalam NTFS implementasinya lebih sederhana.
  5. Mendukung penamaan berkas dengan metode pengkodean Unicode (16-bit UCS2) hingga 255 karakter.
  6. Memiliki fitur untuk menampung lebih dari satu buah ruangan data dalam sebuah berkas.

B. Kesimpulan
    Secara garis besar, perbandingan antara FAT32 dengan NTFS sebagai berikut.
  1. Kecepatan Akses
    Secara umum NTFS mempunyai kecepatan akses file yang lebih baik daripada FAT32.
  2. Ukuran partisi dan banyak file
    NTFS dan FAT32 mempunyai ukuran maksimal partisi sebesar 2 Terabytes. Ukuran maksimal file NTFS tidak terbatas sesuai ukuran partisi.
  3. Keamanan data
    NTFS memiliki built in security yang memungkinkan untuk mengatur permission dari masing-masing file maupun direktori, sedangkan FAT32 tidak memilikinya
  4. Daya tahan
    NTFS menggunakan standard transaction logging sehingga pemulihan terhadap kesalahan yang tidak diinginkan dapat dilakukan dengan mudah.
  5. Efisiensi Penggunaan disk space
    NTFS lebih hemat daripada FAT32 karena NTFS menggunakan cluster yang lebih kecil.
  6. Kecocokan dengan sistem file lain
    Partisi yang menggunakan NTFS hanya dapat diakses oleh partisi lain yang jua menggunakan NTFS. Partisi yang menggunakan NTFS tidak dapat dibaca oleh partisi yang menggunakan FAT32. Partisi yang menggunakan FAT32 dapat diakses oleh partisi lain baik yang menggunakan FAT32 maupun NTFS. FAT32 lebih compatible, baik dengan FAT32 sendiri maupun NTFS.

Selasa, 06 Oktober 2015

Pengertian Sistem Informasi, Runtime Environment, Emulator, dan Firmware



PENGERTIAN SISTEM OPERASI
Sistem operasi Komputer adalah perangkat lunak komputer atau software yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras dan juga operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah data yang bisa digunakan untuk mempermudah kegiatan manusia. Sistem Operasi dalam bahasa Inggrisnya disebut Operating System, atau biasa di singkat dengan OS.
Sistem Operasi komputer merupakan software pada lapisan pertama yang diletakkan pada memori komputer, (memori komputer dalam hal ini ada Hardisk, bukan memory ram) pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi Komputer berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan kernel suatu Sistem Operasi.
Sistem Operasi berfungsi sebagai penghubung antara lapisan hardware dan lapisan software. selain itu, Sistem Operasi komputer juga melakukan semua perintah perintah penting dalam komputer, serta menjamin aplikasi-aplikasi yang berbeda fungsinya dapat berjalan lancar secara bersamaan tanpa hambatan. Sistem Operasi Komputer menjamin aplikasi perangkat lunak lainnya bisa memakai memori, melakukan input serta output terhadap peralatan lain, dan mempunya akses kepada sistem file. Jika beberapa aplikasi berjalan secara bersamaan, maka Sistem Operasi Komputer akan mengatur jadwal yang tepat, sehingga sebisa mungkin semua proses pada komputer yang berjalan mendapatkan waktu yang cukup untuk menggunakan CPU dan tidak saling mengganggu dengan perangkat yang lain.

PENGERTIAN RUNTIME ENVIRONMENT
Runtime Environment bisa di artikan Emulator/peralatan Terminal remote, Dalam keadaan ini, program ini dapat mengirim instruksi untuk prosesor komputer dan mengakses memori komputer (RAM) dan sumber daya sistem lainnya. RTE juga biasa di pakai programmer untuk menguji  program ketika sedang berjalan, di mana programmer dapat melacak petunjuk sedang diproses oleh program dan melakukkan debug kesalahan yang mungkin timbul.

PENGERTIAN EMULATOR
Emulator adalah perangkat lunak (software) yang tidak lain adalah program yang dibuat untuk meng emulasi suatu aplikasi maupun game agar dapat berjalan atau dimainkan di sistem operasi lain. Karena ada banyak aplikasi yang hanya dapat berjalan pada satu sistem operasi (konsole). Sebagai contoh Pengguna ingin bermain game Super Mario yang biasa dimainkan pada konsole Nitendo (.ntd) maka yang perlu dilakukan adalah Komputer tersebut harus di pasangi Emulator Nitendo. Tidak sebatas emulator Nitendo, karena di internet terdapat sangat banyak disediakan Emulator untuk konsol lain seperti Emulator Play Staion, Emulator Xbox dll.
Dalam memilih program emulator sebaiknya pilih yang singgle Emulator, artinya hanya berlaku untuk satu sistem konsole saja, karena dengan satu konsole saja biasanya akan menghasilkan emulasi yang nyaris sempurna dibandingkan tipe multi emulator atau untuk banyak sistem konsole.

PENGERTIAN FIRMWARE

Firmware adalah perangkat lunak atau bisa disebut sebagai program yang bersifat tetap, yang tertanam pada unit perangkat keras seperti alat-alat elektronik, alat telekomunikasi dan komponen-komponen komputer. Tidak ada batasan yang jelas yang dapat memisahkan antara firmware dan software, hal ini dikarenakan keduanya merupakan istilah deskriptif yang cukup luas. Namun meskipun begitu, firmware pada awalnya diciptakan sebagai perangkat lunak dengan tingkat yang lebih tinggi, firmware yang tetanam pada sebuah perangkat keras dapat diubah tanpa harus mengganti komponen dari perangkat keras itu sendiri.
Sifat dari firmware secara garis besar hampir sama dengan sistem operasi pada sebuah komputer. Seperti yang kita ketahui, apabila sebuah komputer tidak memiliki sistem operasi maka komputer tersebut tidak akan memberikan manfaat apa-apa, karena tidak mampu untuk menjalankan perintah-perintah dari penggunanya. Namun tetap ada perbedaan antara firmware dengan sistem operasi. Yang paling umum perbedaan tersebut terletak pada ketidakmampuan firmware untuk secara otomatis berevolusi memperbaharui sendiri ketika ada permasalahan pada fungsionalitas.

APAKAH EMULATOR DAN RE BISA DI ANGGAP OS?
Jawabnya tidak, karena Emulator dan RE merupakan program yang terdapat pada Operation system. RE membantu komputer untuk mengenali seperti bahasa pemograman. Contohnya Java Runtime Environment berguna untuk membantu komputer untuk mengenali bahasa java. Sehingga bahasa pemrograman java bisa berjalan pada komputer.
Sudah jelas dari penjelasan diatas bahwa SO, RE dan emulator memiliki kesamaan yaitu sama-sama komputer untuk mengenalkan sesuatu tetapi RE dan Emulator bukanlah bagian dari SO melainkan program yang dijalankan pada SO.
Lalu bagaimanakah dengan Firmware?. Firmware adalah perangkat lunak atau bisa disebut sebagai program yang bersifat tetap, yang tertanam pada unit perangkat keras seperti alat-alat elektronik, alat telekomunikasi dan komponen-komponen pada komputer. Tidak ada batasan yang jelas yang dapat memisahkan antara firmware dan software, hal ini dikarenakan keduanya merupakan istilah deskriptif yang cukup luas.